BRIEF SUMMARIES OF CONTENTS
(in Indonesian)
Set
3a: Modern Indonesian Society, Culture and Economy
PEMBUKAAN
PESTA KESENIAN BALI YANG KE-XVIII
Dikisahkan
tentang pawai kesenian diseluruh Bali mulai dari kesenian yang sakral sampai
pada seni yang kontemporer. Jadi masing-masing kabupaten mengeluarkan dutanya
untuk berpawai di Denpasar menuju Art Center di Abiankapas Denpasar.
SINETRON
1.
Sinetron: GEGERNYA SEMARAPURA
Diceritakan
Kerajaan Kelungkung yang terkenal dengan sebutan Semarapura mempunyai
bagian-bagian daerah seperti Kusamba, Gelgel, Jumpai dan Tegal Besar yang masih
merdeka pada jaman penjajahan Belanda. Dimana beberapa kerajaan-kerajaan lainnya
di Bali telah berhasil dikuasai oleh Belanda. Pada suatu ketika Belandapun ingin
menguasai Semarapura yang merupakan satu-satunya kerajaan di Bali yang masih
bertahan. Dengan berdalih ditawannya kapal Belanda maka terjadilah perselisihan
antara Belanda dengan Raja Kelungkung. Belanda tidak terima hak Tawan Karang
yang dijatuhkan oleh Raja Kelungkung. Semarapura digempur habis-habisan setelah
Jendral Mices mati tertembak oleh I Seliksik (nama sebuah senjata yang dalam
pembuatannya memakan korban manusia). Dengan peristiwa ini Belanda bertambah
marah dan menambah jumlah prajuritnya untuk menggempur Semarapura. Tetapi apa
boleh buat Raja Kelungkung akhirnya mengadakan Puputan. Dengan segala
kelicikannya dan tipu dayanya Belanda berhasil menguasai Semarapura.
2.
Sinetron: KULKUL
Anak
Agung Lila adalah anak laki dari seorang Raja yang kaya raya dan memiliki
beberapa hotel. Dia terpikat hatinya pada Sulastri anak Gurun Gede yang tinggal
disebuah desa dengan keadaan yang serba kekurangan. Pada suatu saat hubungan
mereka diketahui oleh Ayah dan Ibu Anak Agung Lila. Mereka sangat marah dan
tidak menyetujui Anak Agung Lila menjalin hubungan cinta dengan Sulastri anak
Gurun Gede. Tapi Anak Agung Lila nekat ingin memperistri Sulastri. Dan secara
diam-diam mereka menikah dan tinggal dirumah salah seorang teman baik Anak Agung
Lila. Setelah anak mereka lahir dan kira-kira berumur 4 tahun ayah Anak Agung
Lila sadar akan tindakannya. Ayahnya merasa berdosa sehingga dia mengutus
parekannya untuk menjemput keluarga Anak Agung Lila untuk dibawa ke puri. Karena
masih merasa sakit hati Anak Agung Lila menolak untuk di ajak ke puri. Ayahnya
yang sudah tua dan sakit-sakitan itu mendengar hal yang demikian dari penuturan
parekannya menjadi semakin sekarat dan akhirnya meninggal dunia. Maka
dibuatkanlah upacara pengabenan ayahnya oleh ibu dan keluarga puri serta
rakyatnya. Mendnegar hal tersebut Anak Agung Lila sadar akan kewajibannya
sebagai anak yaitu agar dapat membayar hutang kepada orang tua. Maka bergegaslah
Anak Agung Lila untuk menghadiri upacara pangabenan ayahnya. Akhirnya mereka
bertemu dilaut pada saat upacara nganyut. Disana Anak Agung Lila menangis
tersedu-sedu menyadari kekeliruannya sebagai anak.
3.
Sinetron: NGIDAM
Dikisahkan
satu keluarga bercerai hanya gara-gara ngidam, demikian kisah kakaknya yang
dipaparkan Ni Nyoman kepada pacarnya I Wayan. Ngidamang buah jeruk adalah
kebiasaan keturunan pada keluarga Ni Nyoman. Maka dari itu I Wayan mulai
sekarang menanam buah jeruk agar jika dia kawin nanti dengan Ni Nyoman dia sudah
menghasilkan buah jeruk. Tetapi sayang Ni Nyoman kemudian dikenai guna-guna oleh
Pan Rugeg. Dengan guna-guna itu Pan Rugeg berhasil mempersunting Ni Nyoman. Pada
saat ngidam Pan Rugeg sedang sakit dan tidak bisa mencarikan buah jeruk. Ni
Nyoman dengan hati yang berat serta malu-malu terpaksa meminta buah jeruk kepada
I Wayan.
4.
Sinetron: MEGA TERSELUDANG
Dikisahkan
Nyoman Rasmi adalah seorang pegawai negeri yang pandai. Tugasnya memberikan
penyuluhan kepada masyarakat. Karena kepandaiannya dia ditugaskan disebuah desa
yang sangat gersang dan tandus. Karena tugasnya dia rela diputuskan oleh
kekasihnya. Didesa tersebut dia cepat mempunyai teman karena dia sangat ramah.
Berkat keuletan Rasmi maka desa tersebut menjadi mengalami kemajuan yang sangat
pesat.
5.
Sinetron: BUNGA DALAM KABUT
Dikisahkan
Pak Rudi adalah orang yang kaya raya tetapi sayang sampai saat ini dia belum
mempunyai istri. Salah seorang anak buahnya menawarkan anak gadisnya yang
bernama Sinta untuk dijadikan istri. Setelah melihat wajah Sinta Pak Rudi jatuh
cinta padanya. Selain cantik Sinta juga sangat lugu. Sinta kemudian dipersunting
oleh Pak Rudi. Belum melewati malam penganten dokter sudah datang mengabarkan
mengabarkan kepada Pak Rudi bahwa dia mengidap penyakit aids. Pak Rudi kemudian
pergi ke luar negeri dan harta kekayaannya diwariskan kepada istrinya.
6.
Sinetron: SUMPAH
Dikisahkan
anak laki-laki juragan kaya mencintai anak gadis orang miskin. Juragan yang kaya
raya tersebut tidak mau anaknya dengan gadis yang orang tuanya miskin. Kedua
keluarga tersebut saling mencaci maki. Walaupun demikian anak mereka tetap
saling mencintai dan akhirnya melangsungkan perkawinan. Karena sumpah dari ibu
si gadis perkawinan mereka tidak dikaruniai anak. Akhirnya kedua orang tua
mereka saling menyadari bahwa mereka telah berbuat yang tidak pantas sehingga
putra-putrinya menderita.
7.
Sinetron: MAS GENDON
Dikisahkan
Mas Gendon sangat populer ditempatnya kerja, namun usianya yang telah lanjut
menghantui dirinya karena belum mendapatkan jodoh. Monah seorang yang bergerak
dibidang jasa boga yang digandrungi ternyata pacar Zaidin, anak buahnya dalam
tempatnya bekerja. Mas Gendon menginginkan Zaidin kawin dengan Bu Susi.
DERAMA
KLASIK
Derama
Klasik: ADOPSI
Diceritrakan
seorang yang kaya raya mempunyai 4 orang istri tetapi sayang sampai sekarang
istrinya tidak mau hamil sehingga dia tidak bisa mempunyai anak. Sudah berbagai
macam cara dicoba tapi tidak berhasil. Akhirnya orang yang kaya ini mengadopsi
anak.
Derama
Moderen: PUPUTAN MARGARANA
Diceritakan
keperkasaan I Gusti Ngurah Rai didalam memimpin perjuangan rakyat di Bali
melawan penjajah Belanda. Gusti Ngurah Rai adalah sosok pejuang yang pantang
menyerah. Beliau lebih baik mati dari pada menjadi budaknya Belanda. Akhirnya
terjadilah puputan yaitu pertempuran habis-habisan. Dimana dalam pertempuran itu
Gusti Ngurah Rai dan kawan-kawannya tewas dibunuh oleh Belanda.
MIMBAR
AGAMA
1.
Mimbar Agama Hindu: SAWITRI
Diceritakan
pada mimbar ini peranan seorang ibu yang melahirkan anak dan melahirkan suami
serta melahirkan dirinya sendiri sangat besar sekali didalam kehidupan berumah
tangga. Seorang ibu sangatlah besar jasanya didalam memelihara serta membesarkan
putra-putrinya. Maka dari itu diharapkan agar kita menghormati kaum ibu.
2.
Mimbar Agama Hindu: TUMPEK WARIGA
Diceritrakan
bahwa didalam Tumpek Wariga kita sebagai umat Hindu mengupacarai pohon-pohonan.
Kita mohon kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa agar apa yang kita tanam bisa
menghasilkan buah, umbi, biji-bijian yang baik. Karena apa yang kita tanam sudah
berhasil dengan baik maka sebagai rasa terimakasih kita mengadakan upacara
terhadap pohon-pohon tersebut pada hari Tumpek Wariga.
3.
Mimbar Agama Hindu: IRSYA
Dikisahkan
2 keluarga yang hidup berdampingan namun yang satu hidup rukun, tentram dan
damai, sedangkan yang satunya lagi selalu mempunyai perasaan yang tidak baik
atau iri terhadap keluarga yang disebelahnya. Setiap apa saja yang dilakukan
oleh keluarga yang rukun maka itu dianggap selalu salah oleh keluarga yang
satunya yang selalu menyimpan perasaan iri. Mereka selalu iri dan tersinggung
melihat tingkah laku keluarga yang hidup rukun. Disini terkandung pengertian
bahwa sebaiknya kita mengurus diri kita sendiri. Jangan ikut campur terlalu jauh
dengan urusan orang lain.
4.
Mimbar Agama Hindu: KARMA
Diceritrakan
seseorang didalam berkarma atau berbuat harus dipikirkan apa yang akan
dihasilkan oleh perbuatan kita itu. Karena kita sudah ketahui bahwa karma atau
perbuatan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik demikian sebaliknya. Maka
dari itu sebaiknya kita selalu berbuat yang baik agar kelak hasilnya dapat
dinikmati oleh anak cucu kita nanti.
5.
Mimbar Agama Hindu: DANA PUNIA
Dikisahkan
seseorang yang telah berhasil didalam pendidikannya. Maka sebagai orang yang
punya pengalaman serta terdidik maka dia ingin membangun desanya dengan segala
apa yang dimiliki atau yang didapatkan sewaktu dia bersekolah. Karena dengan hal
yang demikian dia akan dapat menyumbangkan segala yang dia peroleh kepada
masyarakat disekitarnya atau dengan kata lain dia dapat berdana punia. Dia sadar
bahwa dana punia bukan berarti hanya dalam bentuk uang. Tetapi perbuatan yang
baik yang dapat membuat orang lain senang juga sama halnya. Tapi suatu saat dia
dibujuk oleh pacarnya agar mencari kerja di kota, tapi dia tidak mau dan
bersikeras untuk mengabdikan segalanya bagi kepentingan desanya.
1.
Mimbar Agama Budha: KABUT TELAH BERSINAR
Dikisahkan
sebuah keluarga yang keadaannya sudah morat marit selalu ditimpa kemalangan. Dan
berkat petolongan temannya memberikan nasehat-nasehat terutama ajaran-ajaran
yang terkandung didalam ajaran budha maka keluarga tersebut menjadi sadar dan
tobat. Sehingga apa yang mereka telah lakukan terdahulu adalah merupakan cermin
didalam kehidupannya yang akan datang.
2.
Mimbar Agama Budha: PERANAN IBU DIDALAM PENDIDIKAN AGAMA BUDHA DALAM KELUARGA
Dikisahkan
seorang ibu sangat memegang peranan didalam keluarga terutama didalam mendidik
anak-anaknya agar selalu melakukan hal-hal yang terpuji. Tanpa kasih sayang ibu
maka suatu keluarga akan menjadi berantakan. Maka dari itu seorang ibu tidak
hanya mengejar karir melainkan harus selalu memperhatikan keadaan keluarganya.
Menyambut
Nyepi: SUARA-SUARA DALAM SEPI
Diceritrakan
tentang rangkaian upacara Nyepi mulai dari melasti sampai pada tawur agung,
mengarak ogoh-ogoh pada menjelang malam hari dengan maksud mengusir para buta
kala agar tidak mengganggu kegiatan manusia. Dan pada akhirnya sampailah kepada
Nyepi yaitu keadaan dimana warga tidak melaksanakan kegiatan sehari penuh.
Suasana jalan-jalan yang biasanya ramai oleh kendaraan bermotor menjadi sepi.
Ini tujuannya untuk menetralisir alam yang sehari-harinya penuh dengan kegiatan.
BANJAR
KITA
1.
Banjar Kita: NGABEN SAMONIA
Diceritrakan
di Desa Adat Penyaringan Mendoyo Jembrana masyarakat melakukan upacara
pengabenan secara masal dalam istilah Balinya disebut sebriuk sepanggul. Jadi
kerja sama ini perlu kita galang karena mengingat biaya yang akan dihabiskan
bisa diperkecil. Sehingga bagi masyarakat yang kurang mampu tidak merupakan
beban yang berat dalam melaksanakan upacara pengabenan. Dalam ngaben masal ini
semuanya kita keluarkan bersama-sama dan dikelola oleh banjar adat.
2.
Banjar Kita: TRADISI, SWADAYA DAN PEMBANGUNAN
Potensi
alam suatu daerah sering kali menentukan kehidupan dan mata pencaharian
penduduknya. Begitupun dalam kehidupan krama adat di desa Besan kecamatan Dawan
Kelungkung. Desa yang terletak dikaki bukit Abah sekitar 9 Km dari kota
semarapura ini cukup potensial untuk budi daya tanaman kelapa. Secara
turun-temurun sebagian krama adat di daerah ini menggantungkan hidupnya dari
tanaman kelapa khususnya industri rumah tangga gula bali atau gula kelapa. Namun
dengan pengelolaan secara tradisional krama desa belum dapat menikmati hasil
yang maksimal dari industri rumah tangga tersebut.
3.
Banjar Kita: NGEBAT
Kesibukan
suasana seperti ini mudah ditemukan dalam kehidupan kerama banjar diseluruh desa
adat di Bali. Kehidupan yang senantiasa lekat dengan tradisi khususnya dalam
rangka menunaikan swa darmaning agama. Tradisi maebat misalnya meskipun secara
umum diketahui sebagai rangkain proses yang melengkapi penyelenggaraan panca
yadnya. Pada kenyataannya pelaksanaannya pada masing-masing banjar cukup
berpariasi hingga menimbulkan daya tarik tersendiri. Maebat merupakan tradisi
menyiapkan bidang masakan atau olah-olahan. Baik untuk keperluan yadnya maupun
konsumsi selama penyelanggaraan yadnya. Bila dalam kehidupan sehari-hari memasak
menjadi tugas rutin ibu rumah tangga. Pada kegiatan maebat ini justru seluruhnya
melibatkan krama laki-laki. Bukan merupakan sesuatu yang istimewa para bapak
memperoleh tugas mengumpulkan bumbu, mencari air, memasak, mencicipi hingga
menghidangkannya. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai
peranannya.
4.
Banjar Kita: MUSTIKANING TUMPEK WARIGA
Karena
kesuburan anugrah Sang Hyang Widi dan sikap yang bersahabat dari para penghuni.
Seperti banjar lain di Bali, krama banjar Kebon Kori Kelod Denpasar sungguh
bijaksana mengelola potensi alam dengan berpedoman pada konsep tiologi dan
ketentuan tradisi. Konsep Tri Hita Karana adalah sebuah mutiara falsafah yang
mengarahkan pada pentingnya nilai lingkungan alam. Disamping hubungan baik
dengan Tuhan dan sesama. Secara simbolis perhatian terhadap alam ditunjukan
melalui upacara khusus terhadap pepohonan setiap enam bulan sekali yang disebut
Tumpek Wariga.
5.
Banjar Kita: NATAK TIIS
Mesangih
masal diselenggarakan krama banjar didesa adat Tegak Kelungkung. Kegiatan ini
sebagai rangkaian upacara ngaben masal yang telah dilaksanakan beberapa hari
sebelumnya. Sungguh istimewa pada upacara manusa yadnya ini lebih dari 750 krama
banjar ikut potong gigi. Sehari sebelum penyelenggaraan upacara krama yang
mesangih dan keluarganya mengikuti persembahyangan bersama di pura Puseh dan
pura Dalem desa adat Tegak. Persembahyangan ini dimaksudkan untuk memohon kepada
tuhan Sang Hyang Widi Wasa dan para Leluhur agar dianugrahi kerahayuan,
keselamatan dan keberhasilan penyelenggaraan yadnya
6.
Banjar Kita: KETIKA MEREKA WAJIB PULANG
Di
desa Ulakan Manggis Karangasem misalnya. Desa yang dalam suasana kesehariannya
relatif sepi pertengahan bulan lalu hingar bingar oleh prosesi peed pemelastian.
Kegiatan ini dalam rangka penyelenggaraan upacara ngenteg linggih, tawur kentuh
dan mendem pedagingan pada tri kahyangan desa adat Ulakan. Melasti menempuh
jarak sekitar 3 kilometer menuju pantai Labuhan Amuk. Prosesi ini di ikuti
sekitar 5000 krama desa adat. Tua-muda dan anak-anak yang turut ngaturang ayah
berbakti pada sasuwunan. Rasa bakti diantaranya tercermin pada kegesitan
mengambil peran memanggul pretima maupun membawa pengawin berupa umbul-umbul,
senjata tombak maupun yang lainnya.
7.
Banjar Kita: MEPASARAN
Rangkaian
upacara manusa yadnya dari sejak hamil sampai menjadi manusia dewasa. Bukan saja
setelah bayi lahir tetapi juga untuk cabang bayi yang masih dalam kandungan
sudah diurus dengan upacara yang bermacam-macam sesuai dengan tingkatan manusia.
Adapun tujuan dari manusa yadnya itu sendiri adalah untuk memohon keselamatan
dan anugra Ida Sang Hyang Widi Wasa sejak bayi sampai menjadi manusia dewasa.
Sering timbul kesan orang Bali itu terlalu banyak membuang waktu tenaga dan
materi untuk mengurus upacara yang ditujukan kepada manusia. Padahal semua ini
dilandasi kesadaran karena bayi itu adalah anugra Ida Sang Hyang Widi Wasa yang
harus dirawat dan dipelihara sebaik-baiknya.
8.
Banjar Kita: MASA DEPAN TANGGUNG JAWABMU
Dikisahkan
peranan generasi muda Widia Kumara Sentana Peliatan dalam ikut berpartisipasi
mengembangkan potensi yang ada di desanya. Banyak kegiatan-kegiatan yang
dilakukan dalam menunjang atau melestarikan nilai-nilai budaya misalnya
membentuk sekeha kidung, tabuh, majejahitan, seni patung dan seni lukis. Dengan
kiat yang dilakukan ini maka suatu saat sekeha teruna ini atau generasinya
memperoleh penghargaan ditingkat propinsi.
9.
Banjar Kita: SWADARMANING KRAMA DESA ADAT JADI
Dikisahkan
alam yang sangat mempesona memberikan kesejukan tersendiri dihati penghuninya.
Kesadaran krama desa adat Jadi Tabanan dalam membangun tempat-tempat suci yaitu
Pura Mrajapati sangat tinggi dan terprogram. Hal ini lebih dahulu telah
dibicarakan atau disepakati melalui pertemuan masyarakat. Setelah selesai proses
membuat bangunan lalu dilakukan upacara pemlaspasan.
10.
Banjar Kita: MELESTARIKAN TRADISI
Dikisahkan
desa tradisional di Bali Timur yaitu desa adat Timbrah yang merupakan bagian
dari desa Tenganan Pegringsingan banyak menyimpan nilai-nilai budaya yang sangat
unik. Terutamanya upacara yang upakaranya banyak disajikan dengan babi guling.
Walaupun letaknya desa Timbrah berdekatan dengan obyek Wisata Candi Dasa namun
warga desa tetap mampu mempertahankan serta melestarikan adat istiadatnya yang
sangat unik itu. Mereka tidak terpengaruh oleh perkembangan pariwisata.
11.
Banjar Kita: MENJELANG NGUSABA DESA
Dikisahkan
Kuta yang merupakan daerah utama tujuan wisata tetap mampu mempertahankan adat
istiadatnya walaupun banyak mendapat pengaruh akibat perkembangan pariwisata
yang sangat pesat. Serta partisipasi masyarakatnya sangat tinggi didalam
menunjang program-program adat baik menyangkut pembangunan pisik maupun mental
seprituil. Tidak juga menutup kemungkinan bahwa dengan adanya perkembangan
pariwisata yang sangat pesat selain dampak positifnya banyak dirasakan
masyarakat juga dari segi negatifnya yaitu kerawanan dibidang keamanan sangat
meresahkan masyarakatnya. Berkat kesadaran warga yang tinggi maka Kuta sukses
melaksanakan upacara Ngucaba Desa dan Ngusaba Nini yang dipusatkan di Pura Desa.
BUNGA
RAMPAI PEDESAAN
1.
Bunga Rampai Pedesaan: TERNAK AYAM KAMPUNG
Diceritrakan
bagaimana caranya beternak ayam kampung serta bagaimana pula aturan-aturan
kelompok ternak sehingga bisa menghasilkan ayam yang bermutu. Dikisahkan juga
Ketut Sutanaya dari desa Blahbatuh kabupaten Gianyar mencoba membantu perajin
disekitar desanya untuk bekerja sama dengan moto melestarikan arsitektur Bali.
Di satu sisi para perajin memiliki pekerjaan tetap. Disisi lain Ketut Sutanaya
sebagai penggerak dan pemilik modal juga merasa diuntungkan. Ruang pamerannya di
desa Blahbatuh memajang berbagai ragam gaya arsitektur Bali. Mulai dari jendela
sampai pintu berukir dan perabotan rumah tangga dengan harga yang relatif murah.
2.
Bunga Rampai Pedesaan: DESA PERSIAPAN GULINGAN
Dikisahkan
di Desa Gulingan Mengwi semua warga disarankan agar mempunyai jamban keluarga
(WC) agar lingkungan tetap sehat. Untuk mewujudkan ide ini maka pemerintah
memberikan bantuan berupa jamban, dimana pembayarannya dilakukan dengan cara
menyicil. Lain halnya dengan di Desa Sanur Kauh yang desanya sudah maju berkat
pariwisata sudah hampir semua keluarga memiliki jamban keluarga.
3.
Bunga Rampai Pedesaan: PENGERAJIN EMAS DI KELUNGKUNG
Diceritrakan
tentang keberhasilan seorang pengerajin emas di Kelungkung. Berkat keuletan dan
kerajinannya menekuni pekerjaannya maka pengerajin ini bisa mengikuti lomba dan
berhasil meraih juara.
4.
Bunga Rampai Pedesaan: TAMANISASI
Diceritrakan
bagaimana Desa Singapadu Kecamatan Sukawati Gianyar menata lingkungannya
terutama telajakan rumahnya sehingga nampak merupakan sebuah taman yang asri dan
indah. Hal ini dilakukan dengan semangat gotong royong para warganya. Desa Yang
Api Tembuku Bangli merupakan salah satu desa di Bangli yang dijadikan lokasi
penanaman jahe gajah. Jahe gajah yang baru dikembangkan beberapa bulan lalu
merupakan parietas Taiwan memiliki potensi cerah untuk diekspor khususnya Jepang
dalam bentuk asinan jahe.
5.
Bunga Rampai Pedesaan: DESA ULARAN BULELENG
Diceritrakan
keberhasilan Desa Ularan Buleleng didalam melaksanakan program dipersifikasi
pangan dan gisi dengan jalan memelihara ayam buras yang merupakan bantuan dari
pemerintah. Disamping ini warga juga disarankan mengolah pekarangan dengan
menanam sayur-sayuran, gotong royong, usaha simpan pinjam. Juga diceritrakan
kegiatan ibu-ibu di desa Unggahan dalam membuat pisang sale. Hasil pertanian di
desa Unggahan kecamatan Seririt Buleleng dengan tanah subur dan berbukit sangat
melimpah terutama pisang.
DAERAH
MEMBANGUN
1.
Daerah Membangun: SEMARAPURA ASRI
Diceritrakan
bagaimana masyarakat Kabupaten Kelungkung menata lingkungannya agar bisa
terwujud semboyan Kelungkung yang ASRI. Untuk menunjang hal tersebut maka
masyarakat beserta aparat pemerintahan bahu-membahu mengadakan penataan
kebersihan, tumbuh-tumbuhan serta pertamanan di masing-masing lingkungannya.
2.
Daerah Membangun: GARMEN PRIMADONA EKSPOR
Diceritrakan
sektor penunjang yang paling menonjol akibat pariwisata ini adalah industri
kecil khususnya komoditas pakaian jadi atau yang langsung dikenal dengan istilah
garmen. Juga dibicarakan tentang untung ruginya produksi garmen di Bali.
3.
Daerah Membangun: KENYAMANAN BAGI WAJIB PAJAK
Dikisahkan
kelancaran pembangunan berasal dari ketepatan para wajib pajak didalam memenuhi
kewajibannya yaitu membayar pajak. Apabila hal ini sudah terjadi maka
seyogiyanyalah pemerintah memberi pelayanan yang memadai. Yaitu dengan membangun
fasilitas bagi para wajib pajak sehingga merasa nyaman didalam memenuhi
kewajibannya membayar pajak.
4.
Daerah Membangun: LESTARIKU ADA DITANGANMU
Diceritrakan
tentang tata cara memelihara atau menata hutan lindung agar persediaan air
dimusim kemarau bisa terpenuhi. Demikian juga agar jangan hutan itu ditebang
sembarangan untuk menghindari terjadinya banjir. Masyarakat diharapkan ikut
menjaga kelestarian hutan lindung.
5.
Daerah Membangun: SAPUAN KABUT KINTAMANI
Dikisahkan
tentang penertiban para pedagang acung serta angkutan transportasi di Kintamani.
Hal ini dilakukan agar para wisatawan manca negara merasa lega dan nyaman
menikmati indahnya danau Batur di Kintamani. Sehingga liburannya di Bali tidak
merasa terusik oleh ulah para pedagang acung. Juga untuk memantaunya dibentuklah
yayasan-yayasan seperti Yayasan Bintang Danu.
6.
Daerah Membangun: PRESTASI DAN KEPERCAYAAN
Diceritrakan
keberhasilan koprasi serba usaha Dirga Buwana Batubulan Gianyar dalam melayani
masyarakat anggotanya. Disamping itu juga berhasil memperoleh beberapa piagam
dari pemerintah karena prestasinya yang luar biasa.
7.
Daerah Membangun: PENGELOLAAN SAMPAH DI TABANAN
Diceritrakan
tentang kiat Kabupaten Tabanan didalam mengolah sampah sehingga menjadi sesuatu
yang berguna bagi masyarakat. Sampah-sampah yang telah terkumpul dari berbagai
pelosok baik itu pasar atau rumah-rumah dikumpulkan disuatu tempat kemudian di
olah menjadi pupuk. Sehingga dengan kita ini kota Tabanan selalu nampak bersih.
8.
Daerah membangun: DIANTARA KEKERINGAN
Diceritrakan
tentang Desa Kubu Karangasem yang sangat tandus dan gersang serta kering sangat
susah untuk mengembangkan pertanian. Tapi dengan lahan yang demikian itu
pemerintah mengusahakan tanaman jambu mente yang pada akhirnya sangat berhasil
disana. Masyarakatnya bisa menambah pengasilannya dari menanam jambu mente.
9.
Daerah Membangun: KARYA MENUAI SEJAHTRA
Diceritrakan
Karang Taruna Benoa Kabupaten Badung yang telah berhasil menyabet piala bergilir
tingkat nasional. Berdirinya bangunan pendukung pariwisata dan berkembangnya
obyek-obyek wisata didalamnya telah menimbulkan rangsangan bagi penduduk
setempat untuk mengembangkan bidang ini. Mengantisipasi harapan-harapan penduduk
dalam mencapai tingkat kesejahtraan yang lebih baik karang taruna Catur Yowana
Krama Duta berusaha mewujudkannya. Adapun upaya yang dilakukan disesuaikan
dengan kondisi daerah sebagai kawasan pariwisata.
10.
Daerah Membangun: DESA PERCONTOHAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Diceritrakan
bagaimana usaha dari pada pemerintah didalam meningkatkan kesehatan
masyarakatnya agar dapat hidup sehat. Tiada lain dengan jalan peningkatan
prasarana kesehatan lingkungan masyarakat baik di banjar-banjar, dirumah tangga
dan di tempat-tempat umum.
11.
Daerah Membangun: MENENGOK PETERNAKAN DI KABUPATEN BADUNG.
Dikisahkan
beberapa peternak yang ada di kabupaten Badung khususnya di Abiansemal dan
Petang. Misalnya peternak itik I Nyoman Tulus, peternak babi I Nyoman Sukartha,
peternak sapi Ni Wayan Darmi dan I Made Mariasa. Semula beternak merupakan
pekerjaan sambilan tapi sekarang sudah merupakan pekerjaannya sehari-hari yang
ditekuni. Mereka juga mendapat bantuan penyuluhan dari pemerintah didalam
meningkatkan produktifitas ternaknya.
12.
Daerah Membangun: PERPUSTAKAAN DAN MINAT BACA MASYARAKAT
Dikisahkan
untuk menambah pengetahuan masyarakat pemerintah melakukan berbagai upaya salah
satunya dengan mengembangkan perpustakaan umum, perpustakaan keliling dan
media-media lainnya. Sehingga diharapkan masyarakat gemar membaca.
13.
Daerah Membangun: BERSEMI DALAM PRESTASI
Diceritakan
Kabupaten Gianyar yang sudah begitu banyak mendapatkan berbagai piala dalam
lomba tingkat nasional. Prestasi kota Gianyar mulai tampak seiring dengan
kebersihan lingkungan yang sedang digalakan oleh Bapak Bupati dan didukung oleh
seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Gianyar.
14.
Daerah Membangun: CAGAR BUDAYA
Dikisahkan
berbagai bentuk benda peninggalan sejarah purbakala yang keberadaannya perlu
dilestarikan agar tidak punah atau dicuri orang. Mulai dari candi-candi, arca,
sarkopagus dan lain sebagainya. Diharapkan masyarakat tetap waspada dan ikut
menjaganya agar benda-benda tersebut dapat dilestarikan.
15.
Daerah Membangun: KIPRAH PEGADAIAN DALAM INDUSTRI KECIL
Dikisahkan
Para pengerajin perak merasa kewalahan didalam menyediakan bahan baku. Hal ini
terbentur dengan permodalan. Maka dari itu pemerintah menyediakan badan
pegadaian untuk membantu industri kecil. Dengan dibentuknya badan ini maka para
pengerajin merasa sangat dibantu dibidang permodalan.
16.
Daerah Membangun: MENJELANG USIA 51 TAHUN
Dikisahkan
kemerdekaan Indonesia yang sudah berumur 51 tahun. Dalam rentang waktu yang
demikian panjang Indonesia telah banyak dan berhasil melaksanakan pembangunan
disegala bidang. Maka untuk menyambut 51 tahun Indonesia Merdeka di Bali
diadakan pameran pembangunan yang mengetengahkan hasil-hasil pembangunan di
masing-masing kabupaten.
17.
Daerah membangun: DAMBAAN DARI KARYAMU
Dikisahkan
pengerajin dibidang tenun dan logam yang dulunya hanya melibatkan keluarga
sekarang sudah melibatkan banyak orang karena produksi serta konsumen meningkat
dengan pesat. Disamping pemasarannya yang sudah meluas juga para pengerajin
mengalami kendala dibidang permodalan.
18.
Daerah Membangun: SUKSES DIBALIK TANTANGAN
Dikisahkan
Karangasem yang terkenal dengan salaknya baru-baru ini menambah keberhasilan
dibidang kebersihan dengan berhasilnya meraih tropi adipura. Selain kebersihan
mendapat perhatian juga angkutan transportasi mulai dibenahi untuk mengatasi
kemacetan. Sekarang Karangasem sudah jauh berkembang dan maju dari sebelumnya.
19.
Daerah Membangun: PERANAN INDUSTRI KECIL DALAM PARIWISATA
Dikisahkan
dengan banyaknya pariwisata yang datang ke Bali mengakibatkan timbulnya banyak
lapangan kerja dikalangan masyarakat. Terutama industri kecil seperti kerajinan
tangan yang banyak diminati oleh wisatawan banyak memberikan kontribusi bagi
masyarakat sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya.
20.
Daerah Membangun: KUNJUNGAN KERJA GUBERNUR DI KARANGASEM
Dikisahkan
Gubernur Bali Ida Bagus Oka sedang mengadakan kunjungan kerja untuk mengecek
proyek-proyek pemerintah yang telah dianggarkan. Seperti misalnya proyek
pengadaan air bersih, bangunan pisik serta proyek yang lainnya. Proyek angkutan
di pelabuhan Padang Bai - Lombok. Diharapkan semua proyek berjalan lancar
sehingga bisa dirasakan manfaatnya begi masyarakat luas.
21.
Daerah Membangun: MEKAR BERSEHATI
Dikisahkan
Karangasem yang mempunyai semboyan Bersehati semakin melejit disegala bidang.
Terutama bidang industri kecil yang sangat membantu kehidupan masyarakatnya.
Seperti membuat ukiran-ukiran dari batu cadas, menganyam, menulis rontal dan
lain sebagainya. Hal ini dilakukan agar kemiskinan dapat dikikis habis.
22.
Daerah Membangun: UJUNG TOMBAK PARIWISATA
Dikisahkan
Pariwisata sudah dijadikan andalam yang diharapkan dapat meningkatkan pemasukan
devisa untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Sehingga diharapkan para
pengelola pariwisata betul-betul profesional dibidangnya masing-masing agar
tidak terjadi salah pengertian antara pariwisata.
23.
Daerah Membangun: BAKAU SI HUTAN PAYAU
Disini
diperlihatkan keberhasilan hutan bakau atau mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah
Rai, Taman Nasional Bali Barat, dan Pulau Nusa Penida. Hutan mangrove yang
merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dengan Jepang. Proyek ini dibiayai oleh
Hutan Internasioanl Cooperation Agensi. Hutan mangrove digalakkan selain
mendapatkan keuntungan pendapatan, juga telah melakukan reboisasi terhadap
lingkungan.
24.
Daerah Membangun: HIV DI BALI
Diceritakan
tentang keberadaan penyakit yang mematikan dan akan semakin berkembang di Bali
Khususnya dan Indonesia pada umumnya. Masyarakat diharapkan waspada akan
penyakit HIV ini. Diterangkan pula cara-cara penularannya dan pencegahanya.
Pemerintah telah melakukan berbagai terobosan untuk menanggulangi berjangkitnya
penyakit aids ini.
Copyright ©2002 BAJRA
Webdesign by Richard Fox
Last updated: 25 February 2002