BRIEF SUMMARIES OF CONTENTS 

(in Indonesian)

home

 

Set 2: Modern Balinese/Indonesian Theatre and Culture

 

DERAMA GONG

 

1. Derama Gong: SEKAR PAMUNGKAS

 

Babak pertama dikisahkan di kerajaan Kahoripan telah memerintah seorang Raja Putri dengan seorang Putranya yang sudah perjaka yang bernama Raden Predana Putra. Sang Raja merasa bingung karena telah berkali-kali datanag surat dari Pejarakan, yang isi surat tersebut antara lain agar Putra beliau mau mengambil Putri Pejarakan sebagai Permaisuri. Pada suatu hari Sang Raja mengadakan peparuman. Pada peparuman tersebut Sang Raja meminta pertimbangan putra beliau. Yang ternyata Putra beliau sependapat dengan beliau bahwa Putranya Raden Predana Putra tidak mau kawin dengan Putri Pejarakan Diah Sekar Ungu. Pada saat peparuman sedang ramaenya tiba-tiba datang Bentar melaporkan bahwa ada utusan dari Deha Pura. Utusan tersebut mengatakan bahwa di Deha Pura telaha ditimpa kemalangan. Raja Deha Pura beserta beberapa panjak beliau sudah meninggal dibunuh oleh Raksasa. Tetapi Putri Beliau telah dilarikan entah kemana.

 

Babak kedua dikisahkan pada saat Raja Kahoripan mengadakan peparuman tiba-tiba datang utusan dari Deha yang mengatakan bahwa kerajaan Deha telah diusak-asik olek seorang raksasa. Raja Deha telang meninggal. Dan kini putri Deha Diah Purbasari telah diculik entah dibawa kemana. Raja Kahoripan menyuruh putranya Raden Predana Putra untuk mencari adik sepupunya tersebut. Kesempatan tersebut diisi oleh Raja Pejarakan untuk membawa anaknya ke Kahoripan. Karena sejak lama lamaran Raja Pejarakan tidak dibalas oleh raja Kahoripan, karena Putra Kehoripan Raden Predana Putra tidak berminat untuk mengawini Sekar Ungu Putri Pejarakan. Raja Pejarakan membawa Putrinya ke Kahoripan, walaupun tidak ada Putra Raja di Puri beliau sanggup menunggu walaupun beberapa bulan.

 

Babak ketiga dikisahkan di Kerajaan Kahoripan Rahaden Predana Putra telah di tunggu oleh Diah Sekar Ungu. Karena Diah Sekar Ungu ingin sekali untuk menjadi istri dari Rahaden Predana Putra. Atas saran Raja Istri Kahoripan agar Sekar ungu tidak usah menunggu Rahaden Predana Putra karena belum tentu Rahaden Predana Putra mau mengawini Diah Sekar Ungu. Tetapi Diah Sekar Ungu bersih keras menunggu, dan tidak mau pulang. Sementara di Pesraman Raja Buduh telah berhasil mencuri pusaka Hyang Begawan yang berupa cincin dan lontar untuk dibawa pulang ke Pejarakan. Pada saat yang bersamaan Rahaden Predana Putra yang dari Kahoripan telah berada di hutan untuk menolong Diah Purbasari yang telah dicuri oleh seorang raksasa. Setelah sekian lama beliau menjelajahi hutan tersebut akhirnya diketemukan juga tempat raksasa tersebut. Kemudian Diah Purbasari dengan Luh Cablek berhasil diselamatkan. Mereka akhirnya diajak kembali ke Kahoripan

 

Babak keempat dikisahkan setelah berhasil membunuh raksasa yang melarikan Diah Purbasari kemudian Rahaden Predana Putra kembali ke Kahoripan dengan mengajak Diah Purbasari. Sampai di tengah jalan mereka bertemu dengan Rombongan Raja Buduh. Raja Buduh jatuh hati kepada Diah Purbasari. Kemudian memasang guna-guna agar rombongan Rahaden Predana Putra mengantuk dan tidur lelap. Dengan demikian mudahlah untuk memboyong Diah Purbasari. Tetapi setelah rombongan Rahaden Predana Putra tidur. Petruk ikut tidur karena terlena oleh kecantikan Luh Cablek. Setelah Petruk tidur rombongan Rahaden Predana Putra telah bangun dan melanjutkan perjalanan. Datanglah rombongan Raja Buduh yang mencari-cari dimana gerangan rombongan Rahaden Predana Putra tertidur. Ditemukanlah Petruk yang tergeletak sendirian di tempat dimana telah dipasang sesirep. Raja Buduh telah gagal memasang pasirep tersebut. Kemudian tibalah rombongan Predana Putra di Kahoripan. Predana Putra kaget karena dia telah ditunggu oleh Sekar Ungu untuk diajak kawin. Rahaden Predana putra tidak ada minat untuk kawin dengan Sekar Ungu karena telah membawa Purbasari yang akan dijadikan permaisuri. Maka timbulah niat buruk dari Raja Pejarakan kemudian menyuruh Patih Agung untuk memasang guna-guna agar Predana Putra mau berbalik mengawini Sekar Ungu.

 

Pada babak kelima dikisahkan di Kerajaan Kahoripan Rahaden Predana Putra telah kena guna yang dipasang oleh Patih Agung. Kini dia telah lupa kepada istrinya Diah Purbasari dan mengira bahsa Sekar Ungulah istrinya. Kemudian Rahaden Predana Putra menyuruh Diah Purbasari untuk pulang dan tidak mengganggu perkawinan Rahaden Predana Putra dengan istrinya. Raja Pejarakan kemudian mengajak Diah Purbasari untuk pulang ke Pejarakan, Diah Purbasari tidak mau karena rumah beliau adalah di Deha. Kemudian Patih Agung berbaik hati menawarkan untuk mengantarkan ke Deha. Diah Purbasari mau saja diantarkan oleh Patih Agung karena dia mengira maksud Patih Agung adalah baik. Tetapi Diah Purbasari tidak diantarkan ke Deha melainkan ke Hutan dengan maksud akan dibunuh. Setelah sampai di hutan Diah Purbasari disiksa dan kemudian baahunya di lilit dengan selendang milik Diah Purbasari. Setelah Patih Agung pergi tiba-tiba datang Patih Anom yang bermaksud untuk memberikan pertolongan kepada Diah Purbasari. Kemudian Diah Purbasari dipungut oleh Patih Anom.

 

Pada babak keenam dikisahkan Raja Buduh telah bertemu dengan Patih Anom di tengah alas. Raja Buduh tidak mengetahui bahwa itu adalah Patih Anom dari Kerajaan Kahoripan. Raja Buduh mengira Patih Anom adalah seorang dukuh yang hidup di hutan bersama dua orang putrinya. Kedua putri tersebut tiada lain adalah Diah Purbasari dengan Luh Cablek. Raja Buduh melamar anak dukuh tersebut untuk dijadikana permaisuri. Karena dirasa ini adalah kesempatan yang baik oleh Patih Anom maka diapun memberikan putrinya untuk dijadikan permaisuri, dengan syarat agar bungkung dan lontar yang di dapat dari pesraman diserahkan kepada Patih Anom. Karena merasa senang mendapatkan istri yang cantik maka Raja Buduhpun memberikan kedua pustaka itu tanpa berpikir panjang. Raja Buduhpun kembali melanjutkan perjalanannya ke Pejarakan dengan membawa calon permaisurinya. Tetapi sampai di tengah jalan muncul lagi Patih Anom untuk memberikan tirta kepada rombongan Raja Buduh yang akan berangkat ke Pejarakan agar selamat. Setelah diberikan tirta semuanya mengantuk. Maka kesempatan itu tidak disia-diakan oleh Patih Anom untuk membawa lari kembali Diah Purbasari. Setelah bangun Raja Buduh terkejut karena calon permaisurinya tidak ada lagi. Maka Raja Buduh marah, kemudian berangkat ke Kahoripan untuk minta tolong kepada Ayahnya. Sampai di Kahoripan sudah dilaksanakan upacara perkawinan bagi Rahaden Predana Putra dengan Diah Sekar Ungu. Kemudian Diah Purbasari menyamar sebagai Sang Arjuna dalam sendratari yang akan menghibur pengantin di Kahoripan. Pada saat sendratari berlangsung maka Luh cablek mendapatkan kesempatan untuk menaburkan bunga pamungkas ke tubuh Rahaden Predana Putra. Maka Rahaden Predana Putra segera sadar akan dirinya dan tahu bahwa yang diajak kawin bukanlah Diah Purbasari. Maka terjadilah perkelahian antara Rahaden Predana Putra dengan patih Agung.

 

 

2. Derama Gong: SRI AJI PALAKA

 

Pada babak yang pertama dikisahkan di Bedahulu memerintah seorang Raja yang bernama Maya Denawa dan beliau mempunyai seorang putra. Berkat daya upaya Patih Agung maka Raja Maya Denawa akhirnya dibunuh. Patih Agung tidak puas karena putra Raja Maya Denawa masih hidup. Maka timbulah niatnya untuk membunuh Putra dengan maksud agar dia bisa menjadi Raja di Bedahulu. Tapi sayang rencananya didengar oleh Patih Werda. Berkat kebaikan Patih Werda Putra disuruh pergi meninggalkan Bali pergi ke tanah Nusa agar Patih Agung tidak bisa menjalankan niat busuknya.

 

Pada babak yang kedua dikisahkan Putra telah sampai di tanah Nusa. Di Nusa beliau dipungut oleh Jero Pasek Nusa. Agar tidak diketahui maka beliau diakui sebagai anak oleh Jero Pasek Nusa. Disana beliau terpikat oleh Luh Wedani anak dari Jero Pasek Nusa.

 

Pada babak yang ketiga dikisahkan pada suatu saat Putra pergi memancing dengan Luh Wedani. Putra digulung oleh ombak yang besar dan hanyaut terbawa arus. Seketika itu Luh Wedani pingsan. Kemudian ada sabda bahwa Putra di suruh membangun pura di Pucak Wedi oleh Dewa Laut. Dewa Laut juga bersabda bahwa mulai sekarang Luh Wedani sudah sah menjadi istri Putra. Pada suatu saat Luh Wedani menemui Putra ditempat membangun pura. Karena pura belum selesai Putra pura-pura tidak kenal dengan Luh Wedani. Kemudian Dewa Laut yaitu Naga Basuki keluar memberikan seorang putra kepada Putra dan Luh Wedani yang diberi nama Sri Aji Palaka.

 

 

3. Derama Gong: AMBARAWATI

 

Pada babak yang pertama dikisahkan di pesaraman Ukir Sari seorang Bagawan atau guru mempunyai murid yang begitu banyak. Diantaranya adalah Ambarawati dan Ambarasari yang berasal dari Ambaramadia sedangkan murid lakinya yang terkenal adalah Wisnu Temaja dari Wisnu Segara. Didalam menuntut ilmu di pesraman Ukir Sari Wisnu Temaja jatuh cinta dengan Ambarawati.

 

Pada babak yang kedua dikisahkan Di Ambaramadia putri Ambarawati dipaksa oleh ayah dna ibunya agar mau belajar di pesaraman Ukir Sari. Jika tidak mau ibunya akan marah terus kepadanya. Demi untuk menyelamatkan ibunya, Ambarawatipun mau belajar ke Ukir Sari.

 

Pada babak yang ketiga dikisahkan maksud dari ibu tiri menyekolahkan Ambarawati ke pesraman Ukir Sari tiada lain untuk mempertemukan Ambarawati dengan Raja Wesi Geni dari Diling Wesi agar mereka bisa menjalin hubungan cinta. Setelah Ambarawati berangkat, Raja Wesi Geni segera di utus ke pesraman Ukir Sari agar belajar juga disana. Murid di Ukir Sari menjadi semakin banyak. Di Pesraman Ukir Sari Ambarawati terpikat hatinya oleh Raja Wisnu Temaja.

 

Pada babak yang keempat dikisahkan Wisnu Temaja cemburu karena Ambarawati menyambut kedatangan Wesi Geni. Tapi akhirnya mereka bisa rukun kembali. Tibalah saatnya kenaikan kelas. Semua murid telah selesai belajar dan dinyatakan lulus oleh gurunya dan akan pulang kerumahnya masing-masing kecuali Raja Wesi Geni yang gagagal didalam menempuh ujian sehingga dia tidak lulus. Sebelum pulang Wisnu Temaja telah berjanji akan melamar Ambarawati. Kemudian Wisnu Temaja datang ke Puri Ambaramadia untuk melamar Ambarawati. Tapi lamarannya ditolak karena Ambarawati sudah dijodohkan dengan Wesi Geni. Berkat bantuan Patih Anom Ambarawati dapat diculik atau dilarikan oleh Wisnu Temaja.

 

Pada babak yang kelima dikisahkan ditengah perjalanan pada saat istirahat Wisnu Temaja dan Ambarawati sempat tidur. Hal ini dimanfaatkan oleh ibu tirinya untuk memasang guna-guna sehingga Ambarawati bisa diambil kembali dan dibawa pulang ke Ambaramadia. Sampai dirumahnya Ambarawati dikawinkan dengan Wesi Geni. Pada saat upacara perkawinan berlangsung Wisnu Temaja dan punakawannya menyamar sebagai penari yang akan turut memeriahkan upacara perkawinan Wesi Geni dengan ambarawati. Sehingga pada saat acara tarian Ambarawati sadar dan bisa mengenali ibu kandungnya sendiri. Dan akhirnya dia bisa kembali lagi kepada Wisnu Temaja.

 

 

4. Derama Gong: MANGGALA DUSTA

 

Pada babak pertama dikisahkan di Karang Kepatihan, Patih Agung mempunyai 2 orang putri yang bernama Gusti Ayu Nawang Wulan dan Gusti Ayu Nawang Sari. Mereka bersaudara saling mengasihkan dan sangat menyayangi ayahnya. Di Deha putra mahkota sedang marah-marah karena ingin kawin tapi belum punya pacar. Atas saran Raja dan permaisuri putra mahkota agar mencari pacar dulu agar bisa melangsungkan perkawinan.

 

Pada babak kedua dikisahkan di Pedukuhan hidup satu keluarga yang letaknya sangat terpencil. Mereka adalah Apel, Gangsar, Made Sila dan kedua orang tua mereka. Pada suatu hari Made Sila dan temannya ingin ke kota untuk mencari pekerjaan. Setelah mendapat restu dari orang tua maka mereka berangkat mengadu nasib ke kota.

 

Pada babak ketiga dikisahkan putra mahkota yang dalam perjalanannya mencari pasangan hidup mendengar kabar bahwa anaknya Patih Agung cantik-cantik sekali. Maka dia pergi kesana untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh orang bahwa Nawang Sari kecantikannya melebihi bidadari. Putra mahkota menjadi gila akan kecantikan putri Patih Agung. Mereka kemudian mengajak putri Patih Agung ke pasar untuk melihat keadaan. Ternyata dipasar mereka bertemu dengan Made Sila dan teman-temannya. Karena sakeng kasihannya maka Maka Nawang Sari meminta agar Made Sila mau di ajak ke Karang Kepatihan untuk dijadikan abdi. Putra mahkota segera pulang dan minta kepada permaisuri agar segera melamar Nawang Sari.

 

Pada babak keempat dikisahkan di Karang Kepatihan Nawang Sari terpikat hatinya kepada Made Sila. Pada suatu hari Made Sila dan Nawang Sari memadu kasih ditaman. Hal tersebut diketahui oleh Patih Agung sehingga hatinya menjadi panas dan marah sekali. Tanpa sepengetahuan Nawang Sari Made Sila di ajak ke tengah hutan dan disanalah dia dibunuh oleh Patih Agung. Gangsar dan Apel bingung karena Made Sila tidak lagi ada di Karang Kepatihan dan merekapun kembali ke Pedukuhan. Demikian juga Nawangsari mengetahui made Sila sudah tidak tidak ada maka merekapun meninggalkan Karang Kepatihan dan hal ini tidak diketahui oleh Patih Agung. Maka tibalah saatnya ayah dari putra mahkota akan meminang Nawang Sari. Patih Agung sangat senang sekali karena anaknya sudah dipinang oleh Raja. Namun setelah dicek maka Nawang Sari telah tiada. Raja sangat kecewa demikian juga Patih Agung yang merasa kecolongan oleh tingkah laku Made Sila.

 

Pada babak kelima dikisahkan Nawang Sari telah menyamar menjadi seorang laki-laki agar tidak diketahui identitasnya. Nawang Sari juga sempat menolong Made Sila yang ada dalam keadaan sekarat. Untuk membalas kebaikan Nawang Sari maka Made Sila mengajak Nawang Sari untuk tinggal di pondoknya. Patih Werda dan Dadab yang ditugaskan untuk melacak keberadaan Nawang Sari berhasil membawanya ke puri bersama Made Sila dan teman-temannya. Di hadapan Raja dan permaisuri dibeberkan semua rahasia yang terpendam selama ini oleh Patih Werda. Made Sila tiada lain adalah Putra Raja Kahuripan yang disembunyikan oleh Patih Werda. Nawang Sari adalah putri Raja dan putra mahkota adalah putra Patih Agung. Hal ini terjadi karena kelicikan Patih Agung menukar mereka pada saat bayi dengan tujuan agar putra Patih Agung bisa menduduki singgasana kerajaan.

 

 

5. Derama Gong: SANG AJI DARMA

 

Pada babak pertama dikisahkan Sang Aji Darma dalam keadaan sedih karena ditinggal mati oleh istrinya. Dia bermaksud untuk ikut mati (mesatia) yaitu dengan jalan menceburkan diri kedalam api. Karena simbingan kedua kambing yang ada tidak jauh dari dia maka dia mengurungkan niatnya untuk mesatia. Tetapi dia berjanji untuk mencari kehidupan istrinya yang akan datang (nemitis) kembali untuk dijadikan istri. Atas doa restu Raja dan permaisuri Sang Aji Darmapun berangkat melanglang buana untuk mencari temitisan istrinya dengan di iringi oleh Mekele Gede dan Ptaih Madri.

 

Pada babak yang kedua dikisahkan perjalanan Sang Aji Darma sudah sampai di Alas Maya. Disana dia kawin dengan dua orang putri Prabu Alas Maya yang bernama Widata dan Widati.

 

Pada Babak ketiga dikisahkan Setiap malam Widata dan Widati tdak ada ditempat tidur. Sang Aji Darma curiga dan mengutus Dadab dan Kiyul menyelidiki tingkah laku Widata dan Widati. Ternyata Widata dan Widati adalah orang yang menjalankan ilmu hitam (leak). Untuk memancing kemarahan Widata dan Widati, Sang Aji Darma memberikan oleh-oleh kepala manusia dan tangan manusia kepada Widata dan Widati. Widata kemudian menjadi marah dan menyihir Sang Aji Darma menjadi Belibis.

 

Pada babak yang keempat dikisahkan Belibis tersebut kemudian dipungut oleh Gangsar dan Gingsir. Pada suatu hari Belibis itu hilang dan ternyata Belibis itu sedang pacaran dengan putri Raja Praja Negara. Karena sakeng akrabnya dengan Belibis itu sampai-sampai putri menjadi hamil, tapi putri malu mengatakan bahwa yang menghamilinya adalah Belibis yang tiada lain adalah penjelmaan dari Sang Aji Darma. Raja menjadi sangat marah karena putrinya menjadi bisu tidak mau mengatakan dengan terus terang siapa yang menghamilinya. Maka dicarikanlah orang yang pintar yang tahu siapa sebetulnya yang menghamili putrinya. Dengan diketahuinya bahwa yang menghamili putri Raja itu tiada lain adalah Sang Aji Darma maka Raja merasa sangat senang. Karena Sang Aji Darma itu adalah Raja yang sangat arip dan bijaksana.

 

 

6. Derama Gong: LOKIKA SANGGRAHA

 

I Made Manik Lara hidup ditengah hutan. Banyak teman-temannya mengatakan bahwa dia adalah anak bebinjat yaitu anak tanpa ayah. Berkat penuturan ayah angkat yang mengasuhnya maka dia tahu bahwa ayahnya adalah seorang Raja yang berkuasa di Suarna Dwipa. Made Lara kemudian pergi ke Suarna Dwipa dengan maksud menjumpai ayahnya. Setelah Raja tahu bahwa Made Manik Lara ibunya Luh Jepun maka Rajapun mengakui Made Manik Lara adalah anaknya.

 

 

7. Derama Gong: TANTING MAS TATING RAT

 

Tanting Mas (Walu Nateng Dirah) dan Tanting Rat (Empu Beradah) adalah dua orang yang bersaudara. Tanting Mas menjalankan ilmu hitam sedangkan Tanting Rat menjalankan ilmu putih (suci). Untuk mengalahkan Tanting Mas maka Tanting Rat menyuruh anaknya Empu Bahula untuk mencuri buku kesaktian Tanting Mas. Untuk menjalankan niatnya itu maka Empu Bahula pura-pura mengawini Diah Ratna Mengali anak dari Tanting Mas dengan maksud agar segala kesaktian ibunya bisa diungkapkan. Sehingga pada saat Tanting Mas lengah maka buku tersebut dapat dicuri oleh Empu Bahula. Yang kemudian buku tersebut diserahkan kepada ayahnya Empu Beradah (TAnting Rat). Karena semua rahasia sudah diketahui oleh Tanting Rat maka dalam suatu pertempuran Tanting Mas dapat dikalahkan.

 

 

8.Derama Gong: SATYAWATI

 

Dikisahkan Darmaputra adalah anak Patih Agung yang telah lama menjalin hubungan cinta dengan putri Raja yaitu Candrawati. Dengan hubungan yang intim itu maka Candrawati menjadi ngidam. Mendengar hal itu Raja sangat senang karena sebentar lagi Raja akan mempunyai seorang cucu. Tapi alangkah terkejutnya setelah Raja mendengar bahwa pacar putrinya tiada lain adalah Darmaputra anak dari Patih Agung. Maka Patih Agung di utus untuk membunuh Darmaputra yang tiada lain adalah anaknya sendiri. Darmaputrapun kemudian tewas ditangan ayahnya. Mendengar hal itu maka Candrawati ingin bunuh diri. Tapi untung Batara Durga segera bersabda menerangkan keadaan yang sebenarnya. Darmaputra tiada lain adalah seorang putra Raja Amerta Pura. Candrawati menjadi lega. Kemudian atas permintaan Candrawati yang tulus kehadapan Batara Durga maka Darmaputrapun dihidupkan kembali dan merekapun bisa hidup bersama-sama lagi.

 

 

 

DERAMA KLASIK

 

 

1. Derama Klasik: KAPILAWASTU

 

Diceritrakan Dirgahayu adalah seorang abdi kerajaan. Tanpa sepengetahuan Raja, Dirgahayu telah menjalin hubungan cinta dengan putri Raja. Pada saat sedang bercinta ditaman Sari Dirgahayu dicari oleh ayahnya untuk dibawa menghadap Raja. Dirgahayu kemudian di utus untuk mencari putra mahkota negeri Melawa yang telah hilang 20 tahun yang lalu. Karena Raja takut putra mahkota tersebut akan membalas dendam kepada Raja karena Raja telah membunuh Raja dan Permaisuri negeri Melawa. Raja tidak tahu sebenarnya yang dicari adalah Dirgahayu yang tiada lain adalah putra mahkota negeri Melawa yang menyamar sebagai abdi untuk balas dendam. Karena dalam penyamarannya Dirgahayu telah jatuh cinta dengan putri Raja, maka dia mengurungkan niatnya untuk membalas dendam kepada Raja.

 

 

2. Derama Klasik: SETAN MANTARA

 

Dikisahkan Mantara adalah seorang pelayan kerajaan khususnya melayani Dewi Kekayi. Pada suatu hari Rama akan dinobatkan menjadi Raja di Ayodia Pura. Mantara sangat tidak setuju kalau Rama menjadi Raja. Kemudian Mantara membujuk Dewi Kekayai agar membatalkan penobatan Rama. Dewi Kekayipun kena hasutan Mantara untuk memohon kepada Raja agar Rama dibatalkan menjadi Raja. Dewi Kekayi mengajukan 2 permintaan kepada Raja yaitu pertama agar Barata dinobatkan menjadi Raja di Ayodia Pura. Kedua agar Rama dibuang ketengah hutan selama 14 tahun. Raja tidak bisa berbuat banyak, dia harus memenuhi 2 permintaan tersebut karena pada saat Dewi Kekayi dipersunting Raja berjanji akan memenuhi 2 permintaan atau permohonan. Nah sekaranglah kesempatan yang bagus bagi Dewi Kekayi untuk menuntut janji Raja. Sehingga dengan hati yang berat akhirnya Raja merelakan Rama terbuang ditengah hutan. Ramapun menerimanya dengan lapang dada.

 

 

3. Derama Klasik: 3 BUAH DOSA

 

Dikisahkan 3 buah dosa yaitu satwam, rajas, tamas ialah sifat raksasa Maisa Sura dan Lembu Sura. Pada suatu ketika sorga digempur oleh dua orang raksasa yaitu Maisa Sura dan Lembu Sura. Batara Indra merasa prihatin pada keadaan sorga. Maka dari itu Dewa Indra menyebarkan sayembara. Barang siapa yang bisa mengalahkan kedua raksasa tersebut maka dia akan diberikan hadiah Dewi Tara. Akhirnya yang memenangkan sayembara tersebut adalah Sugriwa dan dia berhak memboyong Dewi Tara.

 

 

4. Derama Klasik: GUGURNYA KUMBAKARNA

 

Dikisahkan Negeri Alengka dalam keadaan kritis. Maka dari itu Rahwana minta tolong kepada Kumbakarna untuk menghadapi Rama. Kumbakarna mau berperang melawan Rama bukan berarti dia membela Rahwana tetapi dia berperang demi membela tanah airnya. Kumbakarna akhirnya gugur dalam peperangan menghadapi pasukan Rama. Mendengar Kumbakarna gugur Dewi Kasuari istri Kumbakarna sangat sedih dan akhirnya dia bunuh diri atau mesatya.

 

 

5. Derama Klasik: PERANG JAGARAGA

 

Diceritrakan di Buleleng di daerah Jagaraga yang telah menjadi dijajah oleh Belanda kini sekarang sedang mengadakan perlawanan. Rakyat beserta Raja yaitu Gusti Jelantik dan Jero Jempiring karena tidak kuasa menghadapi penjajah akhirnya mengungsi ke Jagaraga. Disana beliau membangun kekuatan benteng-benteng pertahanan. Sehingga pada suatu ketika beliau merampas kapal Belanda beserta isinya karena masuk ke wilayah kerajaan. Belanda tidak mau membayar atau mengikuti hak tawan karang Raja. Hal tersebutlah kemudian menyebabkan terjadinya peperangan. Namun malang menimpa rakyat dan Raja yaitu Gusti Jelantik dan Jero Jempiring akhirnya tewas dalam pertempuran itu.

 

 

6. Derama Klasik: PECOK SAANG

 

Dikisahkan Patih Jelantik di utus oleh Batara Dalem untuk membunuh Dalem Bungkut didaerah Nusa. Hal tersebut merupakan beban berat bagi Patih Jelantik karena Dalem Bungkut sangat tersohor kesaktiannya. Atas saran dan bekal dari istrinya yang berupa sanjata Pecok Saang Patih Jelantikpun berangkat ke Nusa. Dengan senjata Pecok Saang Dalem Bungkut baru bisa terbunuh.

 

 

7. Derama Klasik: SEBELUM TENGAH HARI

 

Diceritakan hari raya Kuningan merupakan hari raya yang bertujuan menghormati para Batara atau Leluhur kita. Disini juga diceritakan sesajen yang digunakan pada hari raya Kuningan. Jadi makna yang tersirat dalam hari raya Kuningan adalah bagaimana kita menghormati orang tua kita baik semasih hidup ataupun sesudah meninggal dunia.

 

 

8. Derama Klasik: DIRGAHAYU

 

Diceritrakan Dirgahayu adalah seorang abdi kerajaan. Tanpa sepengetahuan Raja, Dirgahayu telah menjalin hubungan cinta dengan putri Raja. Pada saat sedang bercinta ditaman Sari Dirgahayu dicari oleh ayahnya untuk dibawa menghadap Raja. Dirgahayu kemudian di utus untuk mencari putra mahkota negeri Melawa yang telah hilang 20 tahun yang lalu. Karena Raja takut putra mahkota tersebut akan membalas dendam kepada Raja karena Raja telah membunuh Raja dan Permaisuri negeri Melawa. Raja tidak tahu sebenarnya yang dicari adalah Dirgahayu yang tiada lain adalah putra mahkota negeri Melawa yang menyamar sebagai abdi untuk balas dendam. Karena dalam penyamarannya Dirgahayu telah jatuh cinta dengan putri Raja, maka dia mengurungkan niatnya untuk membalas dendam kepada Raja.

 

 

9. Derama Klasik: PAGI YANG KUNING JIWA YANG HENING

 

Dikisahkan Men Sruni akan balas dendam atas kematian anak gadisnya. Anak gadisnya mati bunuh diri karena setelah hamil tidak mau dinikahi oleh Wayan Sanggra. Men Sruni membuat I Sanggra sakit yang berkepanjangan. Setelah itu Men Sanggar minta petunjuk orang yang dianggap bisa ilmu hitam untuk menetralisir permasalahannya karena dia sendiri sadar bahwa dirinya tidak bisa apa-apa. Akan tetapi di masyarakat sudah santer terdengar kabar bahwa kedua orang tua tersebut ahli dalam ilmu hitam dan akan mengadakan pertempuran dimalam hari. Nah ceritra ini diangkat karena dianggap menarik dimasyarakat dalam rangka memperingati hari raya Kuningan. Dibagian akhir dari ceritra ini di isi dengan penjelasan tentang tata cara memperingati hari raya Kuningan.

 

 

10. Derama Klasik: SUMANGMANG

 

Diceritrakan Sumangmang adalah salah satu murid Walu Nateng Dirah yang dapat melarikan diri dari pertempuran antara pasukan Empu Beradah dengan pasukan Walu Nateng Dirah. Pasukan Walu Nateng Dirah semuanya mati kecuali Sumangmang. Dia sekarang sudah menjadi orang yang sangat sakti dan dia akan menuntut balas atas kematian Walu Nateng Dirah. Daerah yang menjadi sasarannya adalah Desa Lembah Tulis yang tiada lain merupakan pemukiman pasukan Empu Beradah.

 

 

11. Derama Klasik: SATYA EVA JAYATE

 

Diceritrakan Newata Kuwaca sedang mengobrak-abrik sorga karena lamarannya ditolak oleh para Dewata untuk mempersunting Supraba. Supraba merasa kasihan melihat sorga diobrak abrik sehingga Supraba dan Arjuna mengatur siasat untuk membunuh Newata Kuwaca. Supraba berpura-pura mau menjadi istri Newata Kuwaca. Dengan kenyataan ini akhirnya Newata Kuwaca menyerahkan segalanya kepada Supraba. Sampai akhirnya rahasia kesaktian yang dimiliki Newata Kuwaca terbongkar oleh Supraba yang sudah di intip oleh Arjuna. Akhirnya pada saat Newata Kuwaca lengah Arjuna meluncurkan panah ke pusat kesaktian Newata Kuwaca yaitu pada pangkal lidahnya yang menyebabkan Newata Kuwaca meninggal dunia seketika.

 

 

12. Derama Tradisional: CUPAK GRANTANG

 

Dikisahkan Cupak dan Grantang adalah dua orang yang bersaudara yang berasal dari Desa Bukit Sambir. Mereka mengembara sampai ke Kerajaan Kediri. Di Kediri mereka mengikuti sayembara. Barang siapa yang berhasil membunuh Raksasa Menaru dialah yang berhak mempersunting putri Raja Kediri yaitu Ayu Mas Galuh dan akan diangkat menjadi raja di Kediri. Dalam pertempuran Cupak dan Grantang melawan Raksasa Menaru, Gerantanglah yang berhasil mengalahkan Raksasa Menaru. Maka Gerantanglah yang diangkat menjadi raja Kediri dan berhak mempersunting Ayu Mas Galuh. Cupak oleh karena tidak berhasil dan malu karena perbuatannya yang mengolok-ngolok Gerantang akhirnya memutuskan untuk mengembara lagi jauh dari kerajaan.

 

 

 

DERAMA TRADISIONAL

 

 

1.Derama Tradisional: RORO JONGGRANG

 

Dikisahkan Roro Jonggrang adalah putri yang sangat cantik. Dia mempunyai seorang kakak yang bernama Karung Kolo. Dua bersaudara ini tinggal di Negeri Prambanan. Roro Jonggrang sudah lama menjalin hubungan asmara dengan Bandung Bondowoso dari negeri Pengging. Tetapi sayang kakak Jonggrang yaitu Karung Kolo tidak setuju dengan Bandung Bondowoso karena Prambanan sejak lama sudah bermusuhan dengan Pengging. Pada suatu saat terjadi pertempuran antara Prambanan dengan Pengging. Dalam pertempuran itu Karung Kolo terbunuh oleh Bandung Bondowoso. Mendengar hal itu Jonggrang menjadi marah dan membenci Bandung Bondowoso. Kemudian pada saat Bandung Bondowoso melamar Jonggrang maka Jonggrang minta satu syarat yaitu apabila Bandung Bondowoso bisa membuatkan 1000 candi dalam waktu satu malam. Dengan kekuatan gaibnya Bandung Bondowoso memenuhi permintaan Jonggrang. Dan pada saat candi telah selesai 999 buah maka Jonggrang membuat suatu siasat untuk menghambat pekerjaan pembuatan candi. Jonggrang menyuruh rakyatnya membuat api dan menumbuk padi agar suasana nampak seperti sudah pagi. Dengan siasat ini maka Bandung Bondowoso menjadi gelisah. Maka dari itu karena Jonggrang berbuat curang Bandung Bondowoso mengutuk Jonggrang menjadi sebuah Patung.

 

 

2. Derama Tradisional: SARIP TAMBAK OSO

 

Dikisahkan Sarif adalah orang miskin yang mempunyai tambak di daerah Oso. Sarif sudah 3 tahun tidak mampu membayar pajak kepada Goeverment (penjajah). Sarif terus dikejar-kejar oleh orang-orang Goeverment. Akhirnya Sarif mati ditangan orang-orang Goverment.

 

 

3. Derama Tradisional: CANDHIK ALA

 

Dikisahkan karena jasanya Suwilojoyo diangkat menjadi adipati diperbatasan Kaparpatan oleh Raja Tejo Basuntoro yang memerintah di Widio Kerto. Suwilojoyo mempunyai seorang putra yang bernama Kristanto. Pada suatu saat Kaparpatan diserang oleh negeri Sindek. Dalam menghadapi musuhnya Suwilojoyo dibantu oleh Moyowerdi seorang prajurit. Akhirnya negeri Sindek dapat ditaklukan oleh Suwilojoyo.

 

 

4. Derama Tradisional: BANCAK GUGAT

 

Dikisahkan ada seorang Raja yang memerintah bernama Lembu Amsari dengan seorang putrinya Dewi Tami Oye. Pada suatu saat Dewi Tami Oye dilamar oleh 2 orang Raja yaitu Kolono Joyo Dimurti dan Panji Inu Kertapati. Dewi Tami Oye bingung memilih satu diantara kedua pemuda tersebut. Dewi Tami Oye akirnya mengajukan persyaratan kepada kedua pemuda tersebut yaitu barang siapa yang bisa mencarikan 2 pengiring pengantin yang satu putih mulus dan yang satu hitam legam maka dialah yang akan diterima lamarannya. Akhirnya yang mendapatkan Dewi Tami Oye adalah Bancak (abdi laki-laki) yang berwarna putih mulus.

 

 

 

KETOPRAK

 

 

1. Ketoprak: TANAH PERDIKAN

 

Pada babak pertama dikisahkan ditanah Perdikan memerintahlah seorang Ki Ageng Puspoko dengan istri dan anaknya Joko Besus. Istri yang diambil oleh Puspoko adalah putri dari Engkang Sinuwun Wasisto yang dihadiahkan pada Puspoko. Didesa Banyu Meneng hidup seorang wanita tua dengan 2 orang anaknya yaitu Prakoso dan Ringkih serta seorang menantunya yaitu Singlon yang merupakan istri dari Ringkih.

 

Pada babak yang kedua dikisahkan pada suatu ketika Banyu Meneng diserbu oleh segerombolan perampok. Tetapi perampok tersebut dibuat kocar-kacir oleh Prakoso. Puspoko sangat senang mendengar bahwa perampok tersebut dapat dikalahkan oleh Prakoso. Pada saat Puspoko akan memberikan hadiah pada Prakoso, Teguh (abdi) mengatakan kepada Puspoko bahwa Prakoso adalah putra sulung Puspoko. Puspoko kemudian ingat bahwa sebelum mengambil istrinya yang sekarang dia telah mempunyai istri dan 2 orang anak yang di usir 20 tahun yang lalu.

 

Pada babak yang ketiga dikisahkan setelah Puspoko tahu bahwa anak dan istrinya masih hidup Puspoko merasa bersalah serta bersyukur mereka masih hidup. Di desa Banyu Meneng si embok juga sudah membeberkan bahwa ayah dari Prakoso dan Ringkih adalah Puspoko penguasa Tanah Perdikan.

 

Pada babak yang keempat dikisahkan Joko Besus ternyata bukan anak Puspoko. Pada saat dinikahi istrinya sudah dihamili oleh Adipati Wisuno yang dibunuh oleh Puspoko. Joko Besus tahu bahwa Puspoko bukan ayah kandungnya. Karena dengan tahunya bahwa Puspoko telah membunuh ayah Joko Besus, maka Joko Besus membalas dendam pada Puspoko. Setelah besar Joko Besus menggeser kedudukan Puspoko serta mengusirnya dari dari Tanah Perdikan. Puspoko akhirnya kembali kepada istri dan kedua anaknya yaitu Prakoso dan Ringkih.

 

 

2. Derama Tradisional: PRAHARA DI MATARAM

 

Dikisahkan di Mataram memerintah seorang Raja yang bernama Sultan Amangkurat Agung. Beliau mempunyai adik yang bernama Pangeran Timur yang amat setia pada beliau. Pangeran Timur sudah lama menjalin hubungan cinta dengan Roro Mangle anak dari Tumenggung Pasisingan. Kesempatan ini dipergunakan oleh Tumenggung Pasisingan untuk membalas dendam pada Sultan Amangkurat Agung. Tumenggung Pasisingan merasa sakit hati karena tidak diangkat menjadi Patih di Mataram. Tumenggung Pasisingan membujuk Pangeran Timur untuk merebut tahta. Saran Tumenggung Pasisingan di ikuti oleh Pangeran Timur. Tapi sayang rencana tersebut diketahui oleh Sultan Amangkurat Agung. Akhirnya Sultan Amangkurat memutar masalahnya dengan mengutus Pangeran Timur untuk membunuh Roro Mangle yang merupakan putri dari Tumenggung Pasisingan. Tapi apa mau dikata. Akhirnya Roro Mangle tewas di tangan Pangeran Timur.

 

 

 

SENDRATARI

 

 

1. Sendratari: DALEM BALINGKANG

 

Pada babak yang pertama dikisahkan di Bali Pulina atau Panarajon memerintah seorang Raja yang bernama Sri Aji Jaya Pangus. Pada suatu saat Sri Aji Jaya Pangus mendengar kabar bahwa di desa Ler Bukit ada orang asing datang. Sri Aji Jaya Pangus kemudian bergegas pergi kesana untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut. Setelah lama berjalan tibalah pada suatu tempat yang merupakan pasar tempat orang menjual segala macam kebutuhan sehari-hari. Disanalah Sri Aji Jaya Pangus kemudian bertemu dengan putri Cina yang bernama Chang Ching Wi beserta rombongannya. Sri Aji Jaya Pangus tertambat hatinya oleh putri Cina tersebut. Akhirnya putri Cina tersebut dipinang untuk dijadikan permaisuri oleh Sri Aji Jaya Pangus.

 

Pada babak yang kedua diceritrakan seorang raja dari dinasti Warmadewa Sri Aji Jaya Pangus memerintah pulau Bali dengan pusat pemerintahan di Panarajon dekat Panulisan. Beliau kawin dengan Putri Cina yang bernama Chang Ching Wi. Perkawinan beliau tidak mendapat restu dari Siwa Gama seorang Bagawanta pendamping Sang Raja penganut ajaran Siwa mengingat permaisuri beliau beragama Budha. Sikap Raja yang tegas untuk mempersunting Chang Ching Wi membuat Siwa Gama marah. Dan dengan kekuatan meditasinya beliau membuat hujan terus-menerus. Sehingga semua keraton diguyur banjir. Dan raja bersama permaisurinya serta semua pengikut beliau terpaksa mencari tempat pemukiman baru.

 

Pada babak yang ketiga dikisahkan dalam perjalanannya Sri Jaya Pangus bertemu dengan Dewi Danu. Hubungan asmarapun terjadi yang kemudian berlanjut menjadi pernikahan. Namun sayang pernikahan tersebut tidak diketahui oleh Chang Ching Wi. Dari Dewi Danu lahirlah putra yang bernama Maya Denawa. Chang Ching Wi telah lama ditinggal suaminya pergi. Kemudian bersama ayahnya dia mencari sambil berdagang bawang putih. Dan akhirnya mereka tiba di Pura Batur. Batari Batur menjadi marah melihat Chang Ching Wi datang menghadap Batari dengan sikap yang kurang sopan. Dan akhirnya dia diprelina. Saat itu datang Jaya Pangus menghadap Batari Batur yang juga tidak luput dari kemarahan beliau. Jaya Pangus juga diprelina karena berkhianat pada Dewi Danu. Atas kehendak keluarga raja dan rakyat, Sri Jaya Pangus dan Chang Ching Wi kemudian di arcakan dengan sebutan Asta Sura dan Batari Mandul. Walaupun tidak dapat dibuktikan dengan pasti ada anggapan yang sangat menarik bahwa prelina dan pengarcaan merupakan asal-usul tentang keberadaan Barong Landung di Bali.

 

 

2. Sendratari: RUNTUHNYA WATU GUNUNG

 

Pada babak yang pertama dikisahkan bahwa putra Dewi Sinta yang bernama Rahaden Redita meninggalkan rumah karena sakit hati dipukul oleh ibunya dengan pengaduk nasi sehingga mengeluarkan darah dibagian kepalanya.

 

Pada babak yang kedua dikisahkan Rahaden Redita yang telah lama mengembara untuk mencari ayahnya namun dia belum juga menemukannya. Sampai akhirnya beliau bertapa di tengah hutan. Kemudian saat itulah dia mendapat anugrha dari Sang Siwa Budha. Karena keteguhan tapanya seperti gunung mulai saat itu dia diberi nama Sang Watu Gunung. Serta diberi kesaktian untuk mengalahkan 27 orang raja sesuai dengan permintaannya.

 

 

3. Sendratari: NI DUKUN SAKTI

 

Diceritrakan di kerajaan Kahuripan memerintahlah seorang raja dengan seorang putra yang bernama Raden Panji Kahuripan. Pada suatu hari Raden Panji minta ijin untuk berburu ketengah hutan. Pada saat berburu Raden Panji Kahuripan membawa beberapa anjing. Di puri Deha Pura permaisuri sedang bersedih karena teringat pada anaknya yang hilang pada saat masih bayi. Melihat permaisuri bersedih Raja kemudian menyuruh Patih untuk mencari anaknya yang hilang. Ditengah hutan Raden Panji bertemu dengan gadis cantik. Raden Panji tergila-gila pada gadis tersebut. Dengan segala cara Raden Panji kemudian memperkosanya. Tapi malang nasibnya gadis tersebut kemudian meninggal. Sepeninggal gadis tersebut Raden Panji menjadi gila. Berkat pertolongan Ni Dukun Sakti Raden Panji menjadi sembuh kembali.

 

 

4. Sendratari: PANJI ANGGRENI

 

Pada babak yang pertama dikisahkan sebagai putra seorang raja Raden Panji Waneng Pati sangat gemar pergi bercengkrama. Suatu ketika Raden Panji Wanen Pati akan pergi, dia bertemu dengan Dewi Anggreni yang terkenal dengan kecantikannya. Kemudian timbulah niat Panji Waneng Pati untuk mempersunting Dewi Anggreni.

 

Pada babak yang kedua dikisahkan ditengah berlangsungnya upacara perkawinan tiba-tiba Pendeta Putri Giri Suci saudara Raja Jenggala tiba. Dan mengacau Raja untuk membatalkan perkawinan Raden Panji Waneng Pati dengan Dewi Anggreni. Raja Jenggala kemudian mengutus Patih Brajanata untuk membunuh Dewi Anggreni.

 

Pada babak yang ketiga dikisahkan Raden Panji Waneng Pati yang dalam keadaan gila telah sembuh atas pertolongan Batari Durga. Dan atas saran Batari Durga Raden Panji Waneng Pati merubah namanya menjadi Kelana Jayeng Sari. Serta berkelana menundukan semua kerajaan yang dilaluinya dalam perjalanannya. Selanjutnya Kelana Jayeng Sari bertemu dengan Raja Kediri yang dalam perjalanannya menyerang kerajaan Metaum. Kelana Jayeng Sari ditawari untuk ikut menyerang kerajaan Metaum. Dan bila menang Raja Kediri berjanji akan mengawinkan dengan putrinya yakni Dewi Sekar Taji serta mengangkatnya sebagai Raja Kediri.

 

 

5. Sendratari: PANJI AMALAT RASMI

 

Pada babak pertama dikisahkan di kerajaan Gagelang disaat Raden Panji mengajarkan rakyat menabuh tiba-tiba datang utusan Raja agar Raden Panji segera ke puri karena sebentar lagi akan diadakan sidang. Dalam sidang Raja mengutus Raden Panji untuk pergi ke Ler Singasari untuk membantu kerajaan Singasari dalam peperangan melawan kerajaan Pejarakan.

 

Pada babak yang kedua dikisahkan pasukan Panji akhirnya mampu memukul mundur pasukan Pejarakan dan bahkan mampu membunuh Rajanya yang ingin menguasai kerajaan Singasari. Atas bantuan Panji raja Singasari mengucapkan terimakasih dan akhirnya mengadakan syukuran. Pada saat syukuran inilah Panji bertemu dengan putri Singasari yakni Diah Ratna Merta. Panji sangat tertarik kepada Diah Ratna Merta demikian pula sebaliknya Diah Ratna Merta sangat simpati kepada Panji.

 

Pada babak yang ketiga dikisahkan suatu saat nanti Raden Panji ingin mempersunting Diah Ratna Merta dengan jalan melarikan diri atau kawin lari. Sebelum menculik Diah Ratna Merta, Raden Panji mengatur siasat. Raden Panji mengganti pakaian agar tidak diketahui. Akhirnya Diah Ratna Merta dapat dilarikan atau diculik. Ditengah perjalanan rombongan Raden Panji bertemu dengan rakyat Gagelang yang ingin membantu Singasari untuk mencari putrinya yang hilang. Rombongan Gagelang akhirnya bertempur dengan rombongan Raden Panji. Setelah korban berjatuhan akhirnya Panji membuka pakaiannya. Barulah rakyat Gagelang tahu bahwa yang menculik Diah Ratna Merta adalah Rajanya sendiri yaitu Raden Panji Amalat Rasmi.

 

 

6. Sendratari: LAHIRNYA GATUT KACA

 

Pada babak pertama dikisahkan Dewi Kunti yang menyarankan kepada Bima untuk mengawini Diah Hidimbi setelah kakaknya yakni Detia Hidimba dibunuh oleh Bima. Dari perkawinan itu lahirlah seorang putra yang diberi nama Cabang Tatuka yang mana tali pusarnya masih melekat dan tidak dapat dipotong dengan alat tajam apapun. Hal tersebut menyebabkan keluarga Pandawa menjadi bingung. Akhirnya diputuskan untuk mencari seorang Brahmana yang diharapkan bisa menolong.

 

Pada babak yang kedua dikisahkan Hyang Narada minta si Cabang Tatuka kepada keluarga Pandawa untuk menyelamatkan sorga dari serangan Raja Parajona. Keluarga Pandawa merelakan tapi dengan syarat agar tali pusar si Cabang Tatuka bisa dilepaskan Hyang Narada. Tali pusar yang sangat sukar dipotong ternyata bisa lepas dengan mudah oleh Hyang Narada. Dengan hanya menggunakan sarung keris Konta tali pusarnya lepas akan tetapi sarung keris Konta ikut masuk ke pusar Cabang Tatuka. Hyang Narada membawa Cabang Tatuka ke sorga dan berjanji pula akan memberikan kedudukan yang sejajar dengan Dewa-Dewa di sorga bila nanti Raja Parajona berhasil dibunuh.

 

Pada babak ketiga dikisahkan di sorga Dewata memberikan kekuatan kepada Cabang Tatuka dengan jalan menempa didalam kawah Candra Gomuka. Cabang Tatuka setelah keluar dari kawah Candra Gomuka diberi nama Gatut Kaca yang berarti orang yang mempunyai kekuatan luar biasa. Gatut Kaca ditugaskan untuk menghadapi Raja Parajona yang menyerang sorga. Raja Parajona dengan mudah dapat dikalahkan oleh Gatut Kaca. Gatut Kaca menuntut janji Hyang Narada tetapi Dewa Indra menyarankan agar Gatut Kaca pulang ke Kuru Baya. Dan Kuru Baya nanti akan dibuat seperti sorga. Gatut Kaca dengan perasaan mangkel pergi meninggalkan para Dewa yang disusul oleh Hyang Nerada.

 

 

 

BONDRES

 

 

1. Bondres: IJIN PERTUNJUKAN

 

Dalam penuturan bondres disini menghimbau kepada masyarakat, jika mengadakan suatu pertunjukan selama satu bulan atau lebih agar mencari ijin pertunjukan ke Polres. Gunanya mencari ijin pertunjukan adalah pertama meminta perlindungan kepada pihak keamanan agar selama pertunjukan diadakan tidak ada kerusuhan atau jika ada agar bisa cepat ditangani. Guna yang kedua adalah membayar pajeg.

 

 

2. Bondres: MEMELIHARA LINGKUNGAN

 

Dikisahkan didalam hidup bermasyarakat lingkungan yang asri, bersih dan indah sangat didambakan. Maka dari itu kita tidak boleh menebang pepohonan sembarangan. Kita harus menanam bunga-bungaan, sayur-sayuran, tanaman obat-obatan dan lain sebagainya yang menyebabkan lingkungan menjadi indah. Demikian juga halnya sampah-sampah harus dibuang pada tempatnya. Karena apabila sampah tidak di urus maka akan timbul bermacam-macam penyakit. Kalau lingkungan sudah bersih, indah dan asri maka hidup kita akan menjadi tenang, tentram dan damai.

 

 

3. Bondres: PENYAKIT AIDS

 

Dikisahkan para penari menganjurkan kepada masyarakat agar hati-hati melakukan sex agar tidak terkena penyakit aids. Karena sampai sekarang tidak ada obatnya untuk menyembuhkan penyakit aids tersebut. Caranya jangan ganti-ganti pasangan sex. Lakukan sex dengan istri atau suami sendiri saja.

 

 

4. Bondres: PEDULI PADA PARA TUNA SOSIAL

 

Dikisahkan seorang WTS yang dikejar-kejar TIBUM (Ketertiban Umum). WTS tersebut minta perlindungan kepada warga. Agar mendapat perlindungan WTS tersebut harus tobat. Warga yang menemukan WTS tersebut menganjurkan kepada pemerintah agar WTS tidak dikejar-kejar saja tetapi dicarikan jalan keluarnya. Misalnya dengan jalan membuka lapangan kerja, mencarikan jodoh dan sebagainya.

 

 

5. Bondres: GERAKAN NASIONAL ORANG TUA ASUH

 

Dikisahkan orang yang kaya yang peduli kepada orang-orang miskin yang tidak mempunyai ibu dan bapak. Karena ketidak berdayaan orang yang miskin sehingga tidak bisa melanjutkan sekolah maka orang yang kaya menghimpun diri dengan tujuan membantu membiayai sekolah anak-anak yang miskin tersebut. Sehingga dengan demikian diharapkan tidak ada anak yang buta huruf.

 

 

 

SUNDRY

 

 

Gita Krida: GOAK MALING TALUH

 

Diceritrakan tentang kegirangan anak-anak yang sedang bermain-main bersama sambil menyanyi-nyanyi dan menari-nari. Didalam nyanyiannya meraka menyanyikan satu lagu Goak Maling Taluh.

 

 

Apresiasi Seni: SAPI GERUMBUNGAN, RENGGANIS

 

Dikisahkana menggaru yang di Bali disebut dengan ngelampit mengilhami terciptanya sebuah atraksi seni yang disebut dengan sapi gerumbungan merupakan kesenian khas dari Bali utara. Keindahan dan keserasian penampilan serta hiasan sapi merupakan salah satu daya tarik tersendiri disamping kecepatan dalam mengayunkan langkahnya. Seluruh kegiatan petani padi mulai mengolah tanah seperti mencangkul sampai dengan datangnya panen. Selesai panen untuk menghibur diri mereka lalu menyanyi bersama-sama disawah yang disebut rengganis. Ini dilakukan oleh kaum lakinya. Sedangkan ibu-ibunya melakukan permainan lesung dan alu yang di Desa Banyuning Buleleng disebut dengan Nguncang.

 

 

 

MIMBAR AGAMA

 

 

1. Mimbar Agama Hindu: DAKSINA

 

Diceritakan pada mimbar ini tentang tata cara membuat sesajen yang bernama Daksina dan apa saja isi dari sesajen tersebut serta kegunaan dari pada sesajen yang diberi nama Daksina.

 

 

2. Mimbar Agama Hindu: AJARAN KETUHANAN

 

Dalam mimbar ini diceritakan tentang konsep-konsep dari pada dua hari besar Agama hindu yaitu Galungan dan Kuningan. Dimana kedua hari raya tersebut sangat erat hubungannya dengan kehidupan orang di negeri ini.

 

 

3. Mimbar Agama Hindu: SEWAKA

 

Satu kita menjelma menjadi manusia kedunia ini adalah untuk memperbaiki karma kita yang terdahulu. Kedua kita sebagai manusia tinggal dibumi ini berkewajiban untuk mentaati segala peraturan-peraturan yang telah ditentukan undang-undang dasar negara kita. Ketiga kita sebagai ciptaan tuhan hendaknya kita selalu berbuat dan selalu berbakti pada beliau. Keempat kita menjelma menjadi manusia harus berbuat darma kebajikan karena darma itulah akan mengantar kita menuju sorga. Dan yang terakhir kelima tugas seorang hamba hendaknya selalu membuat hati atasannya gembira.

 

 

4. Mimbar Agama Hindu: SULUH NIKANG BUWANA

 

Satu dalam melaksanakan tugas kehidupan beragama atau darmaning agama, seseorang betapapun sibuknya hendaknya dapat menyempatkan diri untuk membaca sastra agama. Karena isinya merupakan suluh bagi seseorang untuk melaksanakan tugas dan darma baktinya didunia sehingga seseorang tidak tersesat pada perbuatan yang tidak terpuji. Dua semakin jarang seseorang membaca kitab suci agama maka semakin jauhlah dia dari pikiran jernih atau perbuatan suci. Dan akan semakin mudah tersesat dalam kehidupan duniawi yang penuh dengan gejolak nafsu angkara atau panca indria yang akan menyesatkan. Sehingga seserang tidak sadar akan tujuan hidup yang sejati. Tiga senang membaca kitab suci agama akan menuntun kita seseorang ke arah kesucian batin dan perbuatan-perbuatan kebajikan. Sehingga merupakan jaminan untuk memperoleh sorga. Karena melalui ajaran agama seseorang akan mengetahui jati dirinya sebagai manusia, sehingga dia sadar apa yang harus dilakukan dan mengetahui tujuan hidup yang sejati.  Yakni untuk memperoleh kebahagiaan yang kekal dan abadi yakni moksa.

 

 

5. Mimbar Agama Hindu: SWAMIM

 

Dikisahkan sebuah keluarga yang senang melakukan kebajikan. Sehari-hari waktunya habis untuk hal-hal yang bersifat sosial membantu teman-temannya. Karena baginya selalu berbuat baik adalah segala-galanya baginya. Berkat kebaikan dan kejujuran hatinya maka suatu saat Tuhan membalas karmanya terhadap anaknya yang mengikuti sayembara di Deha, dimana anaknya berhasil mengalahkan Anyasuari putri Deha. Kemudian anaknya diangkat menjadi Raja. Jadi mereka berhasil menikmati hidup yang baik sekarang ini tiada lain berkat dengan tekun melaksanakan ajaran swamim yaitu 6 ajaran kebaikan yang harus dimiliki oleh seorang Raja.

 

 

1. Mimbar Agama Budha: MAKNA KHATINA

 

Pada umumnya umat budha itu menghadapi hari raya khatina yang ke 2538 1994 tahun ini. Biasanya umat mempersiapkan wihara dibersihkan. Kemudian cetia. Disamping wihara, cetia dipersiapkan. Kisibukan umat untuk mencari kebutuhan pokok para biku yang nantinya akan dipersembahkan dalam hari raya khatina kepada para biku. Disamping itu umat akan selalu mengundang para biku nantinya akan hadir pada saat hari raya khatina dan sekaligus para biku itu akan menerima persembahan dana khatina.

 

 

 

 

Copyright ©2002 BAJRA

Webdesign by Richard Fox

Last updated: 25 February 2002